Allah Pasti Ijabah Doamu

Wahai saudaraku, berdoalah. Sebab Allah yang Maha Mendengar pasti akan ijabah doa tersebut. Jika bukan saat ini, pasti besok atau lusa. Jika buka di dunia maka pasti diakhirat seperti sabda Rasulullah S.A.W:

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan satu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga perkara: doanya tersebut dikabulkan segera, disimpan untuk nya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al-Hakim dan Al-Albani)

Sesungguhnya berdoa lebih

Dan jika doa itu Allah kabulkan. Maka Allah akan menambahkan nikmatnya. Bukan hanya akan mengabulkan doa kita. Tetapi juga akan memberikan plus..plus pada doa tersebut.

Dulu saat aku masih gadis. Saat usiaku sudah tidak muda lagi. Tanpa pekerjaan yang memastikan bahwa masa depan suram. Saat itu aku bahkan tidak bisa makan tiga kali dalam sehari. Lalu aku memanjatkan doa pada Allah.

“Ya Allah… kirimkan seorang pemuda dalam hidupku untuk menyempurnakan agamaku. Hidup dalam kemiskinanpun aku bersedia,” begitulah doa yang selalu aku panjatkan. Disepertiga malam terakhir. Diantara adzan dan iqomah serta saat hujan turun. Aku berusaha menyempurnakan doa tersebut diwaktu mustajab.

Mungkin timbul pertanyaan dalam benak kalian. Mengapa mesti berdoa seperti? Ya karena hidup berdua dalam kemiskinan jauh lebih ringan dari pada hidup jomblo dalam kemiskinan. Beratnya minta ampun gues. Setidaknya setelah menikah maka beban hidup yang aku pikul sendirian ada yang bantu untuk memikulnya.

Tentu saja Allah mengabulkan doaku. Persis seperti yang aku minta. Lelaki miskin tanpa pekerjaan berani datang melamar. Aku dan semua orang yakin bahwa orang tuaku pasti menolak lamaran tersebut. Tetapi nyatanya mulai dari proses lamaran hingga pernikahan berlangsung semua berjalan lancar tanpa satu kendala berarti. Satu doaku telah Allah ijabah.

Saat semua istri mengeluhkan tentang suaminya. Aku mulai sadar bahwa Allah menjawab doaku dengan beberapa tambahan kenikmatan. Tambahan pertama Allah mengirimkan lelaki soleh dalam hidupku. Hingga detik ini aku selalu pertanyakan mengapa aku yang terpilih jadi istrinya? Apa istimewahnya diriku sehingga patut diberi kepercayaan menjadi istri seorang lelaki soleh.

Saat pertanyaan seperti itu berkecamuk, seorang teman berceloteh. “Anggap saja bahwa kau itu cobaan baginya,” aku mencibir kata-kata temanku. Namun aku selalu berharap. Aku adalah jodohnya di dunia dan akhirat. Aku berharap bisa tetap bersama dengannya di surga-Nya kelak.

Lalu tambahan berikutnya. Ternyata suamiku adalah laki-laki pekerja keras sehingga mampu memenuhi kebutuhanku. Aku bisa makan tiga kali dalam sehari.

Benarlah firman Allah tentang rejeki karena sebuah pernikahan:

Tafsir Surah An-Nuur

Ayat 32

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚإِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗوَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32)

Lalu tambahan kenikmatan berikutnya. Suamiku selalu menjadi air untuk meredam amarahku. Lagi..lagi..lagi dan suami lelaki yang baik dan menuruti semua keinginanku selama itu tidak melanggar syariat islam. Terus dan terus tambahan kenikmatan atas doaku.

Setelah menikah maka doakupun berubah. Aku bahkan mengabaikan doa sebelumnya bahwa aku siap untuk hidup miskin dengan suamiku.

“Ya Allah berikanlah penghasilan pada kami, lima ratus ribu perbulan itu sudah cukup bagiku,” seperti itu doa yang selalu aku panjatkan.

Lalu doa itu diijabah. Pendapatan suamiku lima puluh ribu perhari, diluar beras dan juga lauk untuk hari itu. Lalu meningkat menjadi satu juta delapan ratus ribu perbulan, diluar uang makan kami. Terus dan terus Allah menambah kenikmatan dalam doa yang diijabah tersebut.

Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa hambanya. Sebab Allah mencintai kita, melebihi rasa cinta kita pada diri sendiri. Wahai saudaraku cobalah untuk renungi. Betapa banyak nikmat Allah. Hidup kita dipenuhi oleh kenikmatan. Bahkan penderitaan yang kadang dianggap sesuatu yang buruk ternyata adalah sesuatu yang menyempurnakan kenikmatan tersebut.

Coba kita renungi, nikmat sehat tidak akan terasa jika kita tidak sakit. Nikmat kaya tidak akan lezat jika kita tidak pernah mengalami kesusahan. Semua itu hanya penyempurna kenikmatan.

Arrahman. فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ  16.  Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Gambar dalam bayangan by Pixa bay

25 respons untuk ‘Allah Pasti Ijabah Doamu

Add yours

  1. Benar sekali, Mbak. Saat mengalami sesuatu, maka mengadulah pada Allah SWT, karena Allah adalah tempat terbaik untuk mengadu. Insya Allah, Allah akan akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

    Suka

  2. Jangan pandang sebelah mata kekuatan doa,
    Karena saya sudah banyak kali membuktikannya.
    Tapi jangan marah dan sedih apabila belom dikabulkan, yang terbaik menurutmu belom tentu terbaik menurut Allah…

    Suka

  3. Seiring waktu, saya akhirnya lebih tahu dan yakin, bahwa Allah adalah tempat sebaik-baiknya kita mengadu, meminta dan berserah.
    Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat kita, berserah dan memohon selalu yang terbaik, ikhlas dengan semua takdirNya, insha Allah akan lebih baik 🙂

    Suka

  4. Bener sekali ya, sebaiknya selalu yakin bahwa setiap doa akan terkabul tapi hak preogratif Allah mau mengabulkan kapan. Kadang seiring waktu jawaban-Nya datang, bahkan seringnya kita lupa gtu…
    Maka saat masih ada kesempatan doa mintalah baik2. Temenku pernah bilang justru sombong org yg gak pernah minta sama Allah, disuruhnya minta apa aja…

    Suka

  5. Thanks for sharing mbak. Tulisannya benar-benar mengingatkan kami agar selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Oh ya, tidak hanya berbaik sangka, tetapi juga percaya dan yakin bahwa Dia akan mengijabah setiap doa yang kita panjatkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
<span>%d</span> blogger menyukai ini: